Minggu, 27 November 2011

PENGERTIAN BENALU DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN


KLASIFIKASI ILMIAH
Benalu (Loranthus)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Rosidae
Ordo : Santalales
Familia : Loranthaceae
Genus : Loranthus
Species : Loranthus sp


Benalu merupakan tanaman parasit dan mempunyai akar yang berupa akar penghisap atau akar penggerek. Akarnya ini berupa haustorium yang berbentuk bulat yang merupakan penghubung antara benalu dengan inangnya, dan modifikasi akar ini akan menembus kulit dari inangnya tapi tidak sampai ke bagian kayu yang dalam, melalui akar ini benalu menagmbil sari makanan dari inangnya.
Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae) adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Tumbuhan ini menghasilkan getah yang lengket.
Persebaran tumbuhan ini terjadi dibantu unggas (ornithokori). Apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon yang sesuai, bijinya akan berkecambah dan benalu muda tumbuh.
Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit (parasiet=Belanda), menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah.Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembangbiakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu.


Morfologi Benalu


ü  Ranting denganruas yang membesar
ü  Daun bertangkai pendek
ü  Eliptis sampai bentuk lanset
ü  Kadang-kadang bulat telur
ü  Gundul 3,5-17 kali 1,5-7 dengan ujung yang agak meruncing
ü  Serupa kulit, mengkilat.
Karangan bunga berbunga 5-7 di ketiak,kadang-kadang dalam berkas pada ruas yang tua. Tangkai bunga pendek. Tabung kelopak elipsoid, panjang lingkaran 3 mm, pinggiran mahkota sangat pendek. Mahkota sebagai tunas dewasa 1-1,5 cm panjangnya separo bagian bawah melebar, di tengah dengan 6 sayap, di atas menyempit menjadi buluh sempit, berakhir ke dalam gada tumpul, kuning atau hijau kekuningan, coklat tua di atassayap, kuning sampai merah pada ujung. Taju mahkota pada akhirnyamelengkung jauh kembali dan terpuntir. Bagian yang bebas dari benang sari panjangnya 3-5 mm. Kepala putik bentuk gada. Buah bulat peluru, panjang 6mm, akhirnya coklat violet tua . Tumbuh di atas berbagai jenis pohon.Benalu merupakan tumbuhan parasit yang menempel pada pohon sebagai inang.Tumbuh di dataran menengah sampai pegunungan dari ketinggian 800-2300meter di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juni-September.

Kehidupan Benalu Pada Lingkungan
Pertumbuhan benalu bersimbiosis terhadap lingkungannya yang merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan. Kehidupan benalu pada pertumbuhannya merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.
  • Parasitisme adalah di mana pihak yang satu mendapat keuntungan dan merugikan pihak lainnya. Contoh:
    • Tanaman benalu dengan inangnya
    • Tali putri dengan inangnya
    • bunga raflesia dengan inangnya
  • Mutualisme adalah hubungan sesama mahkluk hidup yang saling menguntungkan kedua pihak. Contohnya:
    • Bunga Sepatu dan Lebah
    • Bunga dengan kupu-kupu
  • Komensalisme, adalah di mana pihak yang satu mendapat keuntungan tapi pihak lainnya tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Contoh:
    • Tanaman anggrek yan hidup menumpang pada indnag
  • Amensalisme, yaitu saat satu pihak dirugikan dan pihak lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan.
  • Kompetisi, di mana kedua pihak saling merugikan, biasanya terjadi melalui kompetisi dalam memperebutkan makanan.
  • Netraliesme, dimana kedua pihak tidak saling diuntungkan maupun dirugikan. Interaksi antar kedua spesies tidak menyebabkan keuntungan maupun kerugian bagi keduanya.
 

Manfaat Benalu Untuk Kesehatan

Nama lain dari benalu : Benalu (Indonesia), Kemladean (Jawa), Parasite (ingris).

 
Benalu (Loranthus) adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Tumbuhan ini menghasilkan getah yang lengket. Meskipun sering dianggap merugikan ternyata benalu memiliki manfaat dalam bidang kesehatan.

Beberapa khasiat benalu yang bisa kita manfaatkan di rumah antara lain :
1.      Tumor dan Kanker
Bahan: 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1 batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya. 
Cara Membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring, lalu diminum 1 kali sehari  ½ gelas.

2.      Amandel
Bahan: 1 batang benalu yang menempel pada 1 pohon jeruk nipis, adas palawaras secukupnya. 
Cara Membuat: kedua bahan direbus dengan 3 gelas air  sampai mendidih, kemudian disaring, lalu diminum 1 kali sehari  ½ gelas.

3.      Campak
Bahan: 1-2 batang benalu adas pulasari secukupnya.
Cara Membua: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus, lalu digunakan sebagai bedak bagi yang kena campak.


Manfaat Yang Terkandung Dalam Teh Benalu


Sebuah benalu yang memliki banyak manfaat dan tidak kalah dengan Teh hijau itu sendiri. Jika di postingan sebelumnya saya menuliskan tentang manfaat teh untuk mencegah berbagai penyakit seperti batu empedu, kini saya akan mengungkap walau hanya sebagai benalu,,tetapi benalu teh tidak bisa dipandang sebelah mata oleh kita sekalian. karena manfaat benalu teh tidak kalah besar daripada teh hijau itu sendiri.

Diskripsi Tanaman :
Benalu Teh ini diambil dari pohon teh yang sudah tua,di hutan teh ( bekas perkebunan teh milik Belanda yang terlantar dan menghutan), dan tumbuh secara alami didaerah pegunungan (berhawa dingin) didaerah Ciwidey, serta sulit didapat. Ketinggian pohon mencapai 15 meter.
ü  Benalu Teh mengandung senyawa flavonoid yang disebut Quersitrin dan sari zat Epigallocatechin galat yang diserap dari pohon teh, yang sangat ampuh menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker, juga sebagai anti oksidan (penyerap racun) dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
ü  Rasa air rebusan Benalu Teh Asli, agak pahit dan sepat (serasa teh hijau)

Proses Alami :
  • Benalu teh ini diproses / dikeringkan secara alami melalui proses: disortir, dibersihkan dari hama selanjutnya dilayukan dan dikeringkan ditempat teduh dan higienis, tanpa terpapar sinar matahari langsung sampai kering selama kurang lebih 1 minggu.
Manfaat dan Kegunaan Benalu Teh :
  • Mengobati / mencegah semua jenis penyakit Tumor atau Kanker.
  • Mengontrol Kolesterol dalam darah.
  • Memperlancar buang air kecil (diuretik).
  • Melebarkan pembuluh darah, sehingga memperlancar peredaran darah dalam tubuh.
  • Menyegarkan badan, karena mampu merangsang saraf pusat

Cara penyajian :
1 (satu) pack Benalu Teh dimasak (direbus) dengan 3 gelas air sampai mendidih, sehingga tinggal 2 (dua) gelas. Tunggu 15 menit, kemudian disaring tambahkan 1 (satu) sdm madu, dan siap untuk diminum. Untuk mengobati Tumor / Kanker , direbus bersama 1 genggam akar alang-alang .
Dosis pemakaian : pagi minum 1 gelas, sore minum 1 gelas.
Mohon diperhatikan :
  • Merebus Benalu Teh harus menggunakan kuali dari tanah, atau alat masak dari kaca (pyrec), atau panci beremail.
  • Jangan merebus menggunakan panci /alat masak dari logam, besi atau aluminium, karena zat-zat yang terkandung akan bereaksi.
  • Ramuan dapat direbus ulang sampai 3 (tiga) kali.
  • Simpan Benalu Teh didalam kulkas atau ditempat teduh dan kering.
Demikian beberapa khasiat dari benalu yang bisa kita manfatkan dalam kehidupan kita, yang dipergunakan sebagi pengobatan alternatif. Tentunya murah, meriah, aman dan alami. Semoga artikel ini bermanfaat untuk pengunjung.

Sumber :
http://mjumani.blogspot.com/2008/10/morfologi-tumbuhan.html

Sabtu, 15 Oktober 2011

BIOGRAFI AUGUST WEISMANN


 
BIOGRAFI

Lahir: 17
Januari 1834
Lahir: Frankfurt am Main, Jerman
Meninggal: 5 November 1914
Lokasi kematian: Freiburg, Jerman
Penyebab kematian: tidak ditentukan
Gender: Male
Ras atau Etnis: Putih
Orientasi seksual: Lurus
Pekerjaan: Ahli biologi
Kebangsaan: Jerman
Ringkasan Eksekutif: Teori plasma nutfah
Ayah: Johann Konrad Weismann (b. 1804, d. 1880)
Ibu: Elise Lübbren (b. 1803, d. 1850)
Istri: Marie Dorothea Gruber (m. 1867, empat anak perempuan, satu anak)
Anak: Julius Weismann (b. 1879)
    
STUDY :
Medical School: Universitas Göttingen (1852-1856)
Scholar: Universitas Giessen
Profesor: Universitas Freiburg (1863-1912)
Darwin Medal 1908
Penulis buku:
Studi dalam Teori Descent (1882, biologi, 2 jilid.)
Esai pada Keturunan dan Masalah Biologi Kindred (1889, biologi)
Para plasma germinal: A Theory Keturunan (1893, biologi)
Teori Evolusi (1904, biologi)
Friedrich Leopold August Weismann (lahir di Frankfurt am Main, 17 Januari 1834. Meninggal di Freiburg, 5 November 1914 pada umur 80 tahun) adalah seorang ahli biologi evolusi yang berkebangsaan Jerman. Ernst Mayr menempatkannya sebagai ahli teori evolusi terpenting kedua abad ke-19 setelah Charles Darwin. Weismann menjadi Direktur Zoological Institute dan profesor pertama Zoologi di Universitas Freiburg.
Kontribusi utamanya adalah teori plasma nutfah, yang menurut teori ini, pewarisan pada organisme mulitseluler hanya terjadi melalui sel nutfah seperti sel telur dan sel sperma. Sel-sel lainnya pada tubuh (sel somatik) tidak berfungsi sebagai agen pewarisan. Akibatnya adalah, sel nutfah yang memproduksi sel somatik tidak dipengaruhi oleh kemampuan baru apapun yang sel somatik dapatkan selama hidupnya. Informasi genetik tidak dapat diwariskan melalui plasma soma ke plasma nutfah ataupun dari generasi ke generasi. Ini disebut sebagai sawar Weismann.
Gagasan mengenai sawar Weismann ini berperan penting dalam sintesis evolusi modern. Menurut Weismann, proses mutasi acak yang terjadi pada gamet merupakan satu-satunya sumber perubahan pada makhluk hidup yang diseleksi oleh seleksi alam. Gagasan Weismann ini muncul sebelum karya Gregor Mendel ditemukan kembali.
August Weismann (1834-1914), seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman mencoba untuk menerapkan teori Darwin dalam peristiwa genetika. Pendapatnya bahwa evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik. Dia melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus sampai 21 generasi tetapi keturunannya tetap memiliki ekor terus.
Weismann berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Ia membuktikan pendapatnya dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya. Hingga generasi ke-21, semua anak tikus yang dilahirkan dari keturunan kedua tikus tadi berejor panjang. Weismamn pun menyimpulkan bahwa:
·         Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungam tidak akan diwariskan ke generasi berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa teori evolusi Lamarck tidak benar.
·         Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen melalui sel kelamin, atau evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.


http://en.wikipedia.org/wiki/August_Weismann
http://www.nndb.com/people/747/000091474/
http://sains-teknologi.mitrasites.com/august-weismann.html
http://imorv.wordpress.com/2009/07/18/teori-evolusi/
http://www.anakunhas.com/2011/04/teori-evolusi-august-weisman.html

Sabtu, 01 Oktober 2011

MEMPELAJARI EKOLOGI TUMBUHAN


Di dalam ekologi hutan ada dua bidang kajian, yaitu : Autekologi dan Sinekologi
PERBEDAAN AUTEKOLOGI DAN SINEKOLOGI
PENGERTIANNYA ?????
            Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain sebagainya.
            Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.

AUTEKOLOGI

SINEKOLOGI



                Dari segi autekologi, maka di hutan bisa dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis pohon yang sifat kajiannya mendekati fisiologi tumbuhan, dapat juga dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis binatang liar atau margasatwa. Bahkan dalam autekologi dapat dipelajari pola perilaku suatu jenis binatang liar, sifat adaptasi suatu jenis binatang liar, maupun sifat adaptasi suatu jenis pohon.
                Dari segi sinekologi, dapat dipelajari berbagai kelompok jenis tumbuhan sebagai suatu komunitas, misalnya mempelajari pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi dan struktur vegetasi, atau terhadap produksi hutan. Dalam ekosistem hutan itu bisa juga dipelajari pengaruh berbagai faktor ekologi terhadap kondisi populasi, baik populasi tumbuhan maupun populasi binatang liar yang ada di dalamnya. Akan tetapi pada prinsipnya dalam ekologi hutan, kajian dari kedua segi (autekologi dan sinekologi) itu sangat penting karena pengetahuan tentang hutan secara keseluruhan mencakup pengetahuan semua komponen pembentuk hutan, sehingga kajian ini diperlukan dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) Berusia 1.000 Tahun, Monumen Hidup Sisa Hutan Tropis





REVIEW :

Artikel ini termasuk dalam Autekologi karena membahas spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Organisme yang di maksud adalah pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) .  Di dalam artikel ini dijelaskan tentang usia pohon ulin yang usianya mencapai 1.000 tahun di dalam Monumen hidup sisa hutan tropis, di dalamnya terdapat keberadaan kawasan konservasi itu sudah ditetapkan sejak zaman Kesultanan Kutai, upaya penyelamatan hutan melalui reboisasi dan rehabilitasi belum seimbang dengan kerusakan hutan. Laju kerusakan hutan mencapai jutaan hektare per tahun namun upaya pemulihan kembali hanya puluhan ribu hektare per tahun yang benar-benar berhasil. Bayangan semula, pohon raksasa itu akan menjulang tinggi mencapai 50-60 meter. Ukurannya batangnya mencapai tiga atau empat kali ukuran batang pohon biasa. Namun, ternyata pohon itu hanya setinggi 25 meter. Batangnya terpotong terkena sambaran petir pada 1920-an. Kawasan itu kini dikembangkan oleh Balai Taman Nasional Kutai sebagai kawasan obyek wisata alam. Kayu ulin tidak hanya kuat namun eksotis. Di Pulau Jawa, kayu yang dikenal dengan nama kayu besi itu biasa digunakan untuk bantalan rel kereta api.

PERANAN EKOLOGIS DAN SOSIAL EKONOMIS HUTAN MANGROVE DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR



REVIEW :
Jurnal ini termasuk sinekologi karna sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Mangrove mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. Luas mangrove di wilayah Provinsi Sumatera Barat sekitar 95 % (18.404,92 ha) kondisinya rusak dan hanya sekitar 5 % (909,82ha) dalam kondisi baik. Oleh karena itu, kegiatan rehabilitasi menjadi sangat prioritas sebelum dampak negatif dari hilangnya mangrove ini meluas dan tidak dapat diatasi (tsunami, abrasi, intrusi, pencemaran, dan penyebaran penyakit). Kota Padang yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata (ekoturisme). Dalam merehabilitasi mangrove seluas 18.405 ha areal mangrove di daratan Provinsi Sumatera Barat yang diperlukan adalah master plan yang disusun berdasarkan data obyektif kondisi biofisik dan sosial. Untuk keperluan ini, Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan master plan dan studi kelayakannya. Dalam hal rehabilitasi mangrove, ketentuan green belt perlu dipenuhi agar ekosistem mangrove yang terbangun dapat memberikan fungsinya secara optimal (mengantisipasi bencana tsunami, peningkatan produktivitas ikan tangkapan serta penyerapan polutan perairan).